Kemarau di Pati, DPRD Ingatkan Perlindungan Kelompok Rentan

Advertorial, Berita131 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Dampak kemarau panjang di Kabupaten Pati dinilai tidak berhenti pada persoalan ketersediaan air. Kondisi cuaca yang panas dan lingkungan yang semakin kering juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang sensitif terhadap debu.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, meminta kelompok masyarakat yang rentan mendapat perhatian lebih selama musim kemarau berlangsung. Menurutnya, paparan debu yang meningkat ketika kondisi lingkungan kering dapat memicu berbagai keluhan kesehatan.

“Kelompok rentan harus menjadi perhatian. Ketika kondisi lingkungan semakin kering dan debu mudah beterbangan, perlindungan terhadap mereka perlu ditingkatkan,” ujar Hardi.

Kondisi kekeringan di Pati sendiri telah meluas ke sejumlah wilayah. Berdasarkan data BPBD yang dikutip RRI, kemarau 2026 berdampak pada 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

Hardi mengatakan, situasi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Upaya menjaga kesehatan warga juga perlu berjalan beriringan, mengingat perubahan kondisi lingkungan selama kemarau dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan.

Ia mengimbau orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya ketika berada di lingkungan yang banyak terpapar debu. Keluarga juga diminta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang berlangsung berulang atau semakin berat.

“Kalau muncul batuk, sesak, pilek atau keluhan lainnya dan terus berlanjut, jangan dianggap sepele. Sebaiknya segera diperiksakan kepada tenaga kesehatan,” katanya.

Selain memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, Hardi mengajak masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Kebutuhan cairan tubuh juga harus tetap tercukupi, terutama saat suhu udara terasa lebih panas.

Menurutnya, pencegahan terhadap gangguan kesehatan selama kemarau membutuhkan peran bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Pencegahan dimulai dari keluarga. Pemerintah menyiapkan pelayanan, sementara masyarakat juga perlu menjaga kondisi kesehatannya masing-masing,” tandas Hardi.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *